Jumat, 09 Maret 2012

Aneka Modus Foto pada Kamera DSLR dan Fungsinya untuk Pemula

Sebagai seseorang yang senang memotret dan sudah cukup lama bergelut di dunia fotografi, saya sering menemui banyak teman yang baru membeli kamera DSLR namun kebingungan dengan berbagai simbol dan mode yang ada di tombol atas kameranya. Biasanya, pertanyaan pertama yang muncul adalah: “Mode mana yang harus saya pakai biar hasilnya bagus?”

Menurut saya, inilah salah satu tahap penting dalam belajar fotografi — memahami mode pemotretan pada kamera DSLR. Karena dengan mengenal fungsi setiap mode, kita bisa menentukan kontrol yang tepat untuk hasil foto yang diinginkan. Jadi setelah banyak membaca referensi dan juga dari pengalaman pribadi, saya akan mencoba merangkum berbagai aneka modus foto yang umum terdapat pada kamera DSLR beserta fungsi dan tips penggunaannya.


1. Mode Otomatis (Auto Mode)

Mode ini biasanya ditandai dengan ikon warna hijau pada roda mode kamera. Bagi pemula, mode otomatis adalah titik awal yang sangat membantu.

Dalam mode ini, kamera akan mengatur semua pengaturan penting — seperti ISO, kecepatan rana (shutter speed), bukaan lensa (aperture), dan white balance — secara otomatis. Kita tinggal arahkan kamera dan tekan tombol shutter.

Menurut pendapat saya, mode ini cocok digunakan ketika kita sedang belajar memahami komposisi dan pencahayaan tanpa perlu pusing dengan pengaturan teknis. Tapi seiring waktu, sebaiknya mulai mencoba beralih ke mode semi manual agar kita lebih memahami bagaimana pengaturan itu bekerja.


2. Mode Program (P)

Banyak yang salah paham dengan mode “P”. Mereka mengira huruf P berarti “Profesional”, padahal bukan. P di sini berarti Program Auto.

Mode ini hampir mirip dengan mode otomatis, namun memberikan sedikit kebebasan pada pengguna untuk mengubah ISO, white balance, atau kompensasi pencahayaan (exposure compensation). Jadi kamera tetap mengatur aperture dan shutter speed, tapi kita bisa ikut berperan dalam penyesuaian pencahayaan.

Menurut saya, mode ini ideal untuk situasi cepat seperti memotret acara keluarga, traveling, atau street photography di mana kita ingin hasil yang cepat namun tetap punya sedikit kontrol.


3. Mode Aperture Priority (A/Av)

Nah, ini salah satu mode favorit saya. Dalam mode ini, fotografer bisa menentukan bukaan diafragma (aperture) sesuai kebutuhan, sedangkan kamera akan otomatis menyesuaikan shutter speed.

Fungsinya? Mode ini sangat berguna untuk mengatur kedalaman bidang (depth of field) — seberapa tajam atau blur latar belakang foto kita.

  • Jika ingin latar belakang blur seperti foto potret profesional, gunakan aperture besar (angka kecil, misalnya f/1.8 atau f/2.8).

  • Jika ingin semuanya tajam dari depan sampai belakang (misalnya foto pemandangan), gunakan aperture kecil (angka besar, misalnya f/11 atau f/16).

Menurut pendapat saya, mode ini paling fleksibel dan sangat membantu untuk menghasilkan efek artistik pada foto tanpa terlalu repot mengatur kecepatan rana.


4. Mode Shutter Priority (S/Tv)

Berbeda dari mode Aperture Priority, mode ini memberi kita kendali penuh terhadap shutter speed (kecepatan rana). Kamera akan menyesuaikan aperture secara otomatis untuk menjaga eksposur tetap seimbang.

Mode ini sangat berguna ketika kita ingin mengatur gerakan (motion) dalam foto. Misalnya:

  • Gunakan shutter cepat (1/500 detik atau lebih) untuk membekukan gerakan, seperti anak kecil berlari atau air terjun yang “terhenti”.

  • Gunakan shutter lambat (1/15 detik atau lebih lambat) untuk menghasilkan efek gerakan lembut (motion blur), seperti aliran air yang terlihat halus.

Menurut saya, mode ini cocok dipakai saat memotret olahraga, kendaraan, atau efek cahaya di malam hari. Namun, karena sering memakai kecepatan rendah, sebaiknya gunakan tripod agar hasilnya tidak blur karena getaran tangan.


5. Mode Manual (M)

Ini mode yang sering bikin pemula merasa takut, padahal kalau sudah terbiasa, mode ini justru memberikan kebebasan penuh untuk berkreasi.

Di mode manual, fotografer mengatur sendiri aperture, shutter speed, dan ISO. Artinya, semua tanggung jawab pencahayaan ada di tangan kita.

Menurut saya, mode manual sangat penting untuk dipahami karena mengajarkan keseimbangan antara ketiga komponen utama fotografi yang dikenal dengan istilah “Segitiga Eksposur” (Exposure Triangle).

Dengan mode ini, kita bisa mengontrol bagaimana cahaya masuk ke sensor, bagaimana latar belakang terlihat, dan seberapa tajam objek tertangkap. Cocok digunakan untuk kondisi pencahayaan yang sulit seperti malam hari, konser, atau foto dengan cahaya latar (backlight).


6. Mode Scene (SCN)

Kebanyakan kamera DSLR, terutama untuk pemula, memiliki pilihan Scene Mode. Biasanya ditandai dengan ikon kecil seperti gunung, wajah, bunga, atau orang berlari.

Setiap ikon melambangkan pengaturan otomatis untuk kondisi tertentu:

  • Portrait: Menghasilkan latar belakang blur dengan warna kulit alami.

  • Landscape: Fokus tajam dari depan ke belakang, warna langit lebih hidup.

  • Macro: Cocok untuk memotret objek kecil seperti bunga atau serangga dari jarak dekat.

  • Sports: Menggunakan shutter cepat untuk membekukan gerakan.

  • Night Portrait: Menggabungkan flash dan pencahayaan rendah untuk foto malam.

Menurut saya, mode ini sangat membantu pemula yang masih belajar mengenal kondisi pemotretan tanpa harus mengatur parameter satu per satu. Walau begitu, setelah memahami dasar-dasarnya, sebaiknya beralih ke mode semi manual agar hasil foto lebih konsisten dan sesuai gaya pribadi.


7. Mode Bulb (B)

Mode Bulb mungkin jarang digunakan oleh pemula, tetapi sangat menarik untuk dicoba. Dalam mode ini, shutter akan tetap terbuka selama tombol shutter ditekan, dan akan tertutup ketika tombol dilepas.

Mode ini biasanya digunakan untuk long exposure photography, seperti memotret jejak cahaya kendaraan di malam hari, kembang api, atau bintang (astrophotography).

Menurut pendapat saya, mode ini memberi ruang untuk eksperimen kreatif dan melatih kesabaran. Tapi pastikan menggunakan tripod dan remote shutter agar hasilnya tidak goyah.


8. Mode Custom (C1, C2, dll.)

Beberapa kamera DSLR menyediakan fitur Custom Mode, yang memungkinkan kita menyimpan pengaturan favorit. Misalnya, kamu punya setelan khusus untuk memotret pemandangan, dan satu lagi untuk foto potret — cukup simpan masing-masing di C1 dan C2.

Menurut saya, fitur ini sangat efisien bagi fotografer yang sering berpindah kondisi pemotretan tanpa harus mengatur ulang setiap kali.


Kesimpulan: Mode Apa yang Harus Digunakan?

Setelah memahami berbagai mode di atas, saya bisa mengatakan bahwa tidak ada mode yang benar-benar terbaik untuk semua kondisi. Semuanya tergantung kebutuhan, gaya, dan tujuan pemotretan.

Menurut saya pribadi:

  • Pemula sebaiknya mulai dari Auto atau Scene Mode untuk memahami pencahayaan.

  • Setelah itu, beralih ke Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv) agar lebih mengerti hubungan antara cahaya dan hasil foto.

  • Dan kalau sudah percaya diri, gunakan Manual Mode (M) untuk eksplorasi penuh.

Fotografi bukan hanya soal alat, tapi soal rasa dan pengalaman. Semakin sering kita mencoba berbagai mode, semakin kita paham kapan harus menggunakan pengaturan tertentu. Kamera hanyalah alat, tapi cerita di balik foto adalah hasil dari kepekaan dan kreativitas kita sendiri.


Penutup

Jadi, setelah banyak membaca referensi dan mencoba langsung berbagai mode, saya bisa menyimpulkan bahwa memahami mode kamera adalah langkah awal menuju kontrol penuh dalam fotografi. Dengan menguasai aneka modus foto pada kamera DSLR, kita tidak lagi sekadar “memotret”, tapi sudah benar-benar “menciptakan gambar”.

Karena pada akhirnya, menurut saya, kamera bukan hanya alat untuk menangkap cahaya — tapi alat untuk menerjemahkan cara kita melihat dunia.


Jumat, 24 Februari 2012

Cara Membuat Post Baru di blogspot

Posting Artikel atau Berita adalah salah satu kegiatan yang utama dalam blogging, tanpa postingan bukan blog namanya. Kualitas dan nilai postingan juga akan menentukan tercapai tidaknya tujuan suatu blog.

Tujuan Blog Secara Umum, antara lain :
  • Menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun bagi orang lain
  • Memberikan keuntungan bagi diri sendiri maupun orang lain
  • Menyalurkan hobby dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif
  • Berkarya atau aktualisasi diri
  • Saling bertukar pengetahuan dengan pembaca, blogger menulis, pengunjung memberikan tanggapan atau komentar
  • Berbagi pengalaman
  • berbagi software berguna, seperti foto, film/video, dokumen, dsb
  • banyak lagi, sesuai dengan jenis / topik yang diangkat
Etika Blogger :
  • Memiliki tujuan yang baik
  • Membuat artikel/postingan yang asli, bukan hasil copy paste (plagiat) atau kegiatan lain yang melanggar hak cipta (tanpa ijin pemilik)
  • Tidak membuat postingan yang merugikan orang lain, mengganggu, menipu (spam), mengandung kekerasan, isu sara, dan hal negatif lainnya

Tips Membuat Karangan Artikel di Rumah
Bila di rumah anda memiliki komputer tapi tidak memiliki koneksi internet, anda bisa membuat postingan di rumah menggunakan fasilitas text editor (wordpad) lalu simpan kedalam flashdisk, paste di fasilitas postingan akun blog anda bila berada di warnet


-- Belum memiliki akun Blogger ? Cara Pendaftarannya ada di sini (klik) --

-- Bila telah memiliki akun Blogger.com , lanjutkan baca tutorial di bawah --

Memulai Blogging  : Cara posting sangat mudah, yaitu ...
a. Setelah login, pada halaman Dashboard, klik New Post
b.  isi title dengan judul artikel 
c.  isi kolom di bawahnya dengan artikel/berita 
d.  Edit artikel/berita dengan berbagai fasilitas pengolah kata yg tersedia
e.  klik Publish Post untuk menerbitkan postingan

 Detil fasilitas-fasilitas pembuat postingan :
  1. Ada 2 (dua) fasilitas pembuat postingan, yaitu :
    1. Compose (Text Editor)

      >> Dashboard : klik -> New Post -> Compose

      Bila anda masih pemula, saya sarankan memakai fasilitas ini karena sangat mudah. Cara penggunaannya hampir sama seperti bila anda menggunakan program ms. Word hanya saja fasilitas ini lebih sederhana dan juga online.

      Yang membedakan dokumen offline dengan online salah satunya terletak pada hyperlink (link), link adalah tautan yang menghubungkan dokumen/artikel yang anda buat dengan halaman dokumen lainnya baik internal maupun external (situs luar). Informasi lengkap tentang Hyperlink (Link) klik di sini
      Contoh link / hyperlink : ini namanya link dan anda bisa klik utk menuju halaman lain
      Cara membuat link : blok kata atau kalimat yang akan dibuat link, klik tombol link, masukkan (bisa copy-paste) alamat blog/situs tujuan



      Beberapa fasilitas dalam mode compose antara lain :
      • Title : Isi dengan judul postingan (Artikel)
      • Tab - Edit HTML : Membuat postingan dengan html editor
      • Tab - Compose : Menggunakan Text editor (Composer)
      • Undo - Redo
      • F - Font : Model tulisan
      • TT - Font Size : Ukuran huruf
      • B : block tulisan lalu klik link B untuk cetak tebal
      • I : Cetak miring
      • U : Cetak garis bawah
      • ABC : Garis ditengah tulisan
      • Text Color : Warna text
      • Text Background Color : warna dasar tulisan
      • Link : Menambahkan Tautan (Hyperlink) pada text, Hyperlink adalah tautan yang menghubungkan dokumen/artikel yang anda buat dengan halaman dokumen lainnya baik internal maupun external (situs luar)
      • Gambar (insert image) : Fasilitas untuk mengunggah (upload) gambar dan menampilkannya dalam postingan
      • Video (insert Video) : menyisipkan/menambahkan video
      • Numbered list : menambahkan daftar angka
      • Bulet list : menambahkan daftar bullet
      • Kolom Isian Posting : Ketik artikel anda di kolom isian yang paling besar
      • Post Option : Berisi pilihan untuk mengijinkan/tidak mengijinkan comment, menjadwal terbitnya postingan, dan setelan lainnya
      • Preview : Melihat contoh postingan sebelum diterbitkan
      • Save : Menyimpan tapi tidak diterbitkan
      • Publish Post : Menerbitkan Postingan
      lain-lainnya... silahkan dicoba sendiri
    2. Edit HTML (HTML EDITOR)

      >> Dashboard : klik -> New Post -> Edit Html

      Dengan html editor, anda bisa membuat postingan secara manual menggunakan teks dan kode html

      Fasilitas yang ada di halaman ini antara lain :
      • Title : Isi dengan judul postingan (Artikel)
      • Tab - Edit HTML : Membuat postingan dengan html editor
      • Tab - Compose : Menggunakan Text editor (Composer)
      • B : block tulisan lalu klik link B untuk cetak tebal
      • I : Cetak miring
      • ABC : Garis ditengah tulisan
      • Link : Menambahkan Tautan (Hyperlink) pada text, Hyperlink adalah tautan yang menghubungkan dokumen/artikel yang anda buat dengan halaman dokumen lainnya baik internal maupun external (situs luar)
      • Gambar (insert image) : Fasilitas untuk mengunggah (upload) gambar dan menampilkannya dalam postingan
      • Kolom Isian Posting : Ketik artikel anda di kolom isian yang paling besar
      • Post Option : Berisi pilihan untuk mengijinkan/tidak mengijinkan comment, menjadwal terbitnya postingan, dan setelan lainnya
      • Preview : Melihat contoh postingan sebelum diterbitkan
      • Save : Menyimpan tapi tidak diterbitkan
      • Publish Post : Menerbitkan Postingan
  2. Halaman Edit Post

    Berisi daftar postingan yang pernah dibuat. Di halaman ini, anda dapat mengelola dan meng-edit postingan
    Link-link/fasilitas yang ada di halaman ini antara lain
    - New Post : link utk membuat post baru
    - Search : untuk mencari postingan yang pernah anda buat
    - Label action : menambahkan label
    - kolom centang : untuk menandai post
    - Edit : mengedit postingan
    - View : melihat postingan
    - Comments : melihat komentar pengunjung (bila ada)
    - Publish Selected : mempublikasikan postingan yg dipilih pada kolom centang
    - Delete selected : menghapus yang dipilih

  3. Edit Pages

    Berisi daftar Halaman yang berdiri sendiri, bila blog anda fokus pada topik tertentu, halaman ini berfungsi untuk membuat atau mengelola postingan diluar topik, seperti misalnya profil perusahaan, data diri anda, dsb

Tata Cara Memegang Kamera yang Benar untuk Pemula: Rahasia Foto Tajam dan Stabil

Tata Cara Memegang Kamera yang Benar untuk Pemula: Rahasia Foto Tajam dan Stabil

Kalau kamu baru mulai belajar fotografi, mungkin kamu berpikir hal paling penting adalah kamera yang bagus atau lensa mahal. Padahal, sebelum bicara soal gear, ada satu hal sederhana tapi sangat menentukan hasil foto: cara kamu memegang kamera.
Percaya atau tidak, banyak foto blur, miring, atau goyah bukan karena salah fokus, tapi karena tangan kita tidak stabil saat menekan tombol shutter. Nah, di artikel ini saya akan berbagi cara memegang kamera yang benar untuk pemula agar hasil fotomu lebih tajam, stabil, dan profesional — bahkan tanpa tripod!


1. Pahami Posisi Dasar: Dua Tangan Lebih Baik dari Satu

Kesalahan paling umum yang dilakukan pemula adalah memegang kamera hanya dengan satu tangan. Biasanya tangan kanan saja, karena tangan kiri sibuk memegang tas, atau sekadar malas menopang.
Padahal, memegang kamera dengan dua tangan adalah pondasi utama kestabilan.

  • Tangan kanan: Pegang grip kamera dengan kuat namun santai. Jari telunjukmu berada di atas tombol shutter, sementara jari-jari lainnya menggenggam sisi kanan kamera.

  • Tangan kiri: Gunakan untuk menopang bagian bawah lensa, bukan di sampingnya. Posisi ini membantu menyeimbangkan berat kamera dan memberi kontrol lebih saat zoom atau manual focus.

Coba rasakan bedanya: saat tangan kiri menopang dari bawah, tubuhmu otomatis lebih stabil dan kamera tidak mudah goyah.


2. Gunakan Tubuh Sebagai Penopang

Banyak fotografer pemula tidak sadar kalau tubuh mereka sebenarnya bisa menjadi “tripod alami”.
Kuncinya adalah memanfaatkan postur tubuh.

  • Dekatkan siku ke tubuh. Jangan biarkan siku menjauh ke luar seperti sayap ayam — ini membuat kamera lebih mudah bergetar.

  • Dekatkan kamera ke wajah. Saat viewfinder menempel di dahi atau hidung, itu menambah satu titik stabilitas.

  • Gunakan kaki sebagai penyeimbang. Posisikan kaki sedikit terbuka, salah satu agak maju, agar badanmu tidak mudah goyah saat menekan tombol shutter.

Dengan tiga titik stabilitas — dua tangan dan wajah — kamu sudah membentuk “tripod alami” yang cukup kuat untuk menahan getaran kecil.


3. Kendalikan Nafas Saat Memotret

Ini tips kecil yang sering dipakai fotografer profesional: atur napasmu sebelum menekan shutter.
Ketika kita menahan napas terlalu lama atau terburu-buru menekan tombol, tubuh akan sedikit bergetar — dan itu bisa bikin hasil foto blur, terutama di kecepatan rana rendah.

Cobalah teknik ini:

  1. Tarik napas pelan.

  2. Hembuskan sedikit.

  3. Saat paru-paru setengah kosong (tubuh paling rileks), tekan tombol shutter dengan lembut.

Kedengarannya sepele, tapi perbedaan ketajaman fotonya bisa sangat terasa.


4. Jangan Tekan, Tapi Sentuh Tombol Shutter

Banyak pemula menekan tombol shutter seperti mengetuk meja — terlalu kuat!
Padahal, tekanan berlebihan justru menggerakkan kamera di detik terakhir sebelum foto diambil.

Gunakan teknik half-press: tekan setengah untuk fokus, lalu tekan penuh dengan lembut setelah siap.
Jika kamu memotret di tempat minim cahaya, teknik ini sangat membantu menjaga hasil tetap tajam tanpa perlu menaikkan ISO terlalu tinggi.


5. Gunakan Tali Kamera dengan Benar

Tali kamera bukan hanya untuk gaya atau keamanan. Kalau kamu tahu cara menggunakannya, tali bisa jadi alat bantu kestabilan juga.
Misalnya:

  • Saat memotret sambil berdiri, tarik tali kamera hingga kencang di leher atau bahu. Tegangan ini membantu mengurangi goyangan.

  • Saat memakai kamera mirrorless kecil, lilitkan tali di pergelangan tangan untuk tambahan pegangan.

Namun, pastikan tali kamera disesuaikan dengan tinggi badan agar tidak terlalu longgar atau menekan leher.


6. Manfaatkan Permukaan Sekitar

Kalau kamu sedang memotret di tempat yang tidak memungkinkan membawa tripod, gunakan lingkungan sekitar.
Letakkan kamera di atas pagar, meja, atau bahkan sandarkan pada tembok untuk mendapatkan kestabilan tambahan.
Kamu bisa juga menahan napas sambil menempelkan siku ke permukaan keras — teknik ini sering dipakai jurnalis foto saat mengambil gambar cepat di lapangan.


7. Belajar dari Posisi Tubuh Profesional

Berikut beberapa posisi memegang kamera yang bisa kamu coba:

  • Berdiri:
    Kaki terbuka selebar bahu, siku menempel ke tubuh, kamera menempel ke wajah.
    Cocok untuk situasi cepat seperti street photography.

  • Berjongkok atau duduk:
    Letakkan siku di lutut sebagai penopang alami. Stabilitas meningkat drastis, cocok untuk foto low angle.

  • Tengkurap atau prone position:
    Biasanya digunakan fotografer alam liar. Kamera diletakkan di tanah, tangan menahan bagian samping. Sangat stabil dan bebas blur.


8. Hindari Zoom Berlebihan Saat Tangan Kosong

Ketika kamu menggunakan lensa tele (zoom panjang), getaran kecil akan terasa besar di hasil foto.
Jika kamu belum punya tripod, lebih baik mendekat ke subjek secara fisik daripada zoom terlalu jauh.
Atau aktifkan fitur image stabilization (IS/VR) jika kameramu punya, itu bisa membantu menstabilkan gambar sekitar 2–4 stop lebih lambat dari biasanya.


9. Latihan Setiap Hari: Bukan Soal Kamera, Tapi Ototmu

Keterampilan memegang kamera bukan cuma teori, tapi juga otot dan kebiasaan.
Semakin sering kamu memotret, semakin otomatis tangan dan tubuhmu beradaptasi dengan posisi ideal.

Kamu bisa latihan sederhana di rumah:

  1. Pegang kamera seperti biasa.

  2. Fokus ke titik tertentu (misalnya lampu di dinding).

  3. Ambil foto berulang kali sambil mencoba menahan napas dan menekan shutter perlahan.

  4. Lihat hasilnya — perhatikan mana yang paling tajam, lalu biasakan posisi itu.

Setelah beberapa minggu, postur stabil akan terasa alami tanpa perlu kamu pikirkan lagi.


10. Bonus: Gunakan Shutter Speed Aman

Meskipun cara memegang kamera sudah benar, ada batasan alami tubuh manusia.
Aturan klasik yang sering dipakai:

“Gunakan kecepatan rana minimal 1/focal length.”

Artinya, kalau kamu pakai lensa 50mm, gunakan shutter speed minimal 1/50 detik agar gambar tidak blur.
Kalau pakai zoom 200mm, pastikan kecepatan rana minimal 1/200 detik.
Tentu, ini bisa disesuaikan tergantung seberapa stabil tanganmu dan apakah kamera punya fitur stabilisasi atau tidak.


Penutup: Fotografi Itu Soal Rasa, Bukan Alat

Memegang kamera dengan benar bukan hanya soal teknik, tapi juga soal rasa dan kenyamanan.
Setiap fotografer punya gaya masing-masing — yang penting, kamu tahu dasar-dasarnya dan bisa menyesuaikan dengan situasi.
Jadi, sebelum tergoda membeli lensa baru, coba perbaiki dulu cara kamu memegang kamera.
Karena bahkan kamera entry-level pun bisa menghasilkan foto luar biasa kalau kamu tahu cara mengendalikannya.

Selamat mencoba, dan ingat: foto terbaik bukan datang dari kamera paling mahal, tapi dari tangan yang paling mantap saat menekan tombol shutter.

Kamis, 23 Februari 2012

Cara Menginstall Mikrotik

Instalasi Mikrotik sebagai gateway dari ISP Speedy, yang mana OS Mikrotik akan dijadikan sebagai router yang mampu menstabilkan akses dan membagi bandwith. Ya memang sudah banyak sekali tutorial instalasi Mikrotik sebagai Gateway, tapi ya gak da masalah lah walaupun sangat terlambat, mana tau masih ada yang nyasar liat tips ini. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan Peralatan yang dibutuhkan yaitu 1 unit CPU.
CPU yang dibutuhkan adalah dengan spesifikasi berikut :
  • CPU dan motherboard P4 atau AMD.
  • RAM minimal 256 ya lebih besar pastinya lebih bagus untuk web proxy nantinya.
  • Hard disk Minimal 20 (lebih besar lebih mantap)
  • Ethernet Card (disarankan card dengan chipset realtek) 2 buah
Bila Router digunakan untuk workstation dalam jumlah banyak disarankan untuk upgrade Hardware diatas.
Untuk Software MIKROTIK yang digunakan, Mikrotik 2.9.27 karena sudah banyak link download yang telah ada cracknya.
Oke langsung aja kita mulai instalasi mikrotik
  1. Pastikan First Boot adalah CDRoom
  2. Masukkan CD Instalasi Mikrotik, tunggu beberapa saat hingga tampil tampilan seperti gambar dibwah ini :
  3. 12 Instalasi Mikrotik
  4. Tekan Tombol ”a” (tanpa kutip dua) bila ingin menginstal seluruh paket, tekan tombol spasi (space) untuk memilih paket yang diinstal. maka tekan saja “a” untuk menginstal seluruh paket.
  5. 22 Instalasi Mikrotik
  6. Bila telah selesai memilih tekan tombol ”i”, maka akan muncul pertanyaan ”Do You Want to Keep Old Configuration?” seperti pada gambar dibawah ini :
  7. Tekan Tombol ”Y” bila anda ingin menggunakan Konfigurasi Mikrotik yang lama, Tekan Tombol ”N” bila anda ingin mengosongkan Konfigurasi.
  8. Kemudian akan muncul pertanyaan ”Seluruh data akan dihapus! (system melakukan Partisi Ulang pada Hard Disk) seperti pada gambar dibawah ini :
  9. 31 Instalasi Mikrotik
  10. Maka anda harus menekan tombol y, dan proses Format dan Partisi Hard Disk akan berjalan.
  11. Setelah proses format dan partisi selesai, maka akan dilanjutkan dengan proses instalasi paket – paket yang telah dipilih tadi.
  12. Tunggu beberapa saat hingga tampil pesan ” Software instaled” dan  “Press enter to reboot”  Maka tekan Enter untuk reboot
  13. 41 Instalasi Mikrotik
  14. Proses instalasi selesai, Tekan Enter untuk Restart / Reboot dan pastikan pada saat restart Cd istalasi dikeluarkan, karena apabila tidak dikeluarkan maka akan melakukan proses instalasi kembali.
  15. Setelah reboot maka akan tampil proses loading system, dan system mikrotik menanyakan apakah anda ingin melakukan pengecekan harddisk? Tekan ”y” untuk pengecekan dan tekan ”n” untuk mengabaikan. Sebaiknya sih tekan ”y” siapa tahu ada paket yang error atau harddisk yang error.
  16. Bila tidak terdapat error maka akan tampil jendela Login System Mikrotik, isi dengan Mikrotik Login : admin dan Password : kosongin aja ( langsung tekan enter )
  17. 51 Instalasi Mikrotik
  18. Jika Login anda berhasil maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
  19. 61 Instalasi Mikrotik
Konfigurasi Mikrotik sebagai Gateway
1. Periksa apakah Ethernet card sudah terinstal dengan perintah :
1
interface print
2. Pengisian IP address pada tiap interface (ether)
1
2
3
Ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1

Ip address add address=192.168.1.254/24 interface=ether2
3. Pengisian IP Gateway
1
Ip route add gateway=192.168.1.1
4. Pengisian IP DNS (diisi sesuai dengan ip dns dari ISP) disini saya contohkan menggunakan speedy
1
2
3
Ip dns set primary-dns=203.130.206.250 allow-remote-request=yes

Ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-request=yes
5. Setting Firewall Nat
1
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
6. Membuat IP Address Pool
1
ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.1.3-192.168.1.253
untuk lebih jelasnya dapat didownload tutorial dalam bentuk word. tutorial mikrotik
dan, kalau link Mikrotiknya ada disini

Minggu, 19 Februari 2012

Mengenal Fungsi Toolbox Adobe Photoshop CS3 Secara Lengkap untuk Pemula

Mengenal Toolbox Adobe Photoshop CS3 dan Fungsinya untuk Pemula

Sebagai seseorang yang sudah lama bergelut di dunia desain grafis dan blogging, saya sering menemui banyak pemula yang merasa bingung saat pertama kali membuka Adobe Photoshop CS3. Tampilan awal yang penuh dengan ikon dan menu sering kali membuat mereka berpikir bahwa Photoshop adalah software yang rumit. Padahal, kalau kita memahami dasar-dasarnya, terutama bagian Toolbox, semuanya akan terasa jauh lebih mudah.

Menurut pendapat saya, memahami Toolbox Adobe Photoshop CS3 adalah langkah pertama yang wajib dilakukan bagi siapa pun yang ingin mahir mengedit foto atau membuat desain digital. Jadi setelah banyak membaca referensi dan pengalaman pribadi menggunakan Photoshop, saya akan mencoba merangkum penjelasan lengkap mengenai berbagai alat (tools) yang terdapat di dalam Toolbox Photoshop CS3, lengkap dengan fungsinya.


1. Pengertian Toolbox Adobe Photoshop CS3

Secara sederhana, Toolbox adalah panel yang berisi berbagai alat utama yang digunakan untuk membuat, mengedit, dan memodifikasi gambar di Photoshop. Toolbox biasanya berada di sisi kiri layar, dan berisi ikon-ikon yang mewakili berbagai fungsi seperti menggambar, memilih, menghapus, memberi warna, dan lain-lain.

Menurut saya, Toolbox ini bisa diibaratkan seperti “kotak peralatan” bagi seorang seniman digital. Sama seperti tukang kayu yang memiliki palu, gergaji, dan paku untuk membentuk kayu, desainer digital juga menggunakan tool seperti Brush Tool, Eraser Tool, dan Move Tool untuk membentuk karyanya.


2. Klasifikasi Alat dalam Toolbox Photoshop CS3

Toolbox di Photoshop CS3 terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan fungsinya. Berikut pembagian dan penjelasan lengkapnya:


A. Selection Tools (Alat Pemilihan)

Bagian ini berfungsi untuk memilih area tertentu dari gambar yang ingin kita edit. Beberapa tool penting di dalamnya antara lain:

  1. Move Tool (V)
    Digunakan untuk memindahkan objek atau layer. Menurut saya, ini adalah salah satu tool yang paling sering digunakan karena hampir setiap pekerjaan editing membutuhkan pemindahan elemen.

  2. Marquee Tool (M)
    Terdiri dari Rectangular dan Elliptical Marquee Tool. Fungsinya untuk membuat seleksi berbentuk persegi atau lingkaran.

  3. Lasso Tool (L)
    Ada tiga jenis: Lasso Tool, Polygonal Lasso Tool, dan Magnetic Lasso Tool. Alat ini digunakan untuk membuat seleksi bebas sesuai bentuk objek yang diinginkan.

  4. Magic Wand Tool (W)
    Menurut saya, ini adalah tool ajaib karena bisa memilih area gambar dengan warna yang serupa hanya dengan satu klik — sangat berguna untuk menghapus background dengan warna polos.


B. Crop dan Measuring Tools

Bagian ini berfungsi untuk memotong dan mengukur bagian gambar.

  1. Crop Tool (C)
    Dipakai untuk memotong bagian tertentu dari gambar agar komposisinya lebih proporsional.
    Misalnya, kita bisa memotong tepi foto yang tidak diinginkan agar fokus pada objek utama.

  2. Slice Tool dan Slice Select Tool
    Biasanya digunakan untuk membuat potongan gambar saat mendesain layout website.

  3. Eyedropper Tool (I)
    Menurut saya, ini alat yang sangat berguna untuk mengambil warna dari gambar. Dengan satu klik, kita bisa menyalin warna dan menggunakannya kembali.


C. Retouching dan Painting Tools

Inilah bagian favorit banyak pengguna Photoshop. Kelompok ini berisi alat untuk mempercantik foto dan menggambar secara digital.

  1. Healing Brush Tool & Spot Healing Brush Tool (J)
    Digunakan untuk menghilangkan noda atau jerawat di wajah pada foto. Sangat populer untuk editing potret.

  2. Clone Stamp Tool (S)
    Berfungsi menyalin bagian tertentu dari gambar ke bagian lain.
    Misalnya, saya sering menggunakan tool ini untuk menutup objek yang tidak diinginkan.

  3. Eraser Tool (E)
    Seperti penghapus di dunia nyata, tool ini menghapus bagian gambar atau layer.
    Dalam pengalaman saya, Background Eraser juga bisa menghapus latar belakang secara otomatis berdasarkan warna.

  4. Brush Tool (B)
    Tool paling kreatif menurut saya. Digunakan untuk menggambar, memberi efek artistik, atau menambahkan detail halus. Kita bisa mengatur ukuran, bentuk, dan kekuatan kuas sesuai kebutuhan.

  5. Paint Bucket Tool (G)
    Untuk memberi warna dengan cepat pada area yang tertutup. Fungsinya mirip seperti menu "fill" pada software desain lain.


D. Drawing dan Type Tools

Tool ini digunakan untuk menambahkan bentuk, teks, atau garis.

  1. Pen Tool (P)
    Alat ini penting untuk membuat jalur (path) yang bisa digunakan untuk seleksi atau vektor. Mungkin sedikit rumit di awal, tapi menurut saya, kalau sudah terbiasa, ini adalah tool yang paling presisi di Photoshop.

  2. Type Tool (T)
    Dipakai untuk menulis teks. Ada dua jenis: Horizontal Type Tool dan Vertical Type Tool.
    Dalam blogging dan desain banner, tool ini wajib dipahami untuk membuat tulisan menarik.

  3. Shape Tools (U)
    Berisi berbagai bentuk dasar seperti persegi, lingkaran, garis, dan poligon. Cocok untuk membuat ikon atau elemen desain sederhana.


E. Navigation Tools

Kelompok ini membantu kita bernavigasi dalam workspace (kanvas kerja).

  1. Hand Tool (H)
    Digunakan untuk menggeser tampilan gambar tanpa mengubah posisinya di layer.
    Sangat membantu ketika bekerja pada gambar dengan resolusi besar.

  2. Zoom Tool (Z)
    Berfungsi memperbesar atau memperkecil tampilan gambar agar kita bisa bekerja lebih detail.


F. Color dan View Controls

Di bagian bawah Toolbox, terdapat kontrol warna utama:

  • Foreground Color: warna utama yang digunakan untuk menggambar atau mengisi objek.

  • Background Color: warna latar belakang yang digunakan untuk efek penghapusan atau gradien.

Menurut saya, memahami kombinasi warna di sini sangat penting agar hasil desain terlihat selaras dan profesional.


3. Tips Menggunakan Toolbox Secara Efektif

Dari pengalaman pribadi, ada beberapa tips yang bisa membantu memaksimalkan penggunaan Toolbox di Photoshop CS3:

  1. Gunakan Shortcut Keyboard.
    Setiap tool punya huruf cepat, seperti “B” untuk Brush, “E” untuk Eraser, dan “M” untuk Marquee. Ini bisa mempercepat pekerjaan hingga 50%.

  2. Eksperimen dengan Layer.
    Jangan takut mencoba kombinasi beberapa tool pada layer berbeda.
    Misalnya, gunakan Brush di satu layer, lalu Eraser di layer lain untuk efek lembut.

  3. Manfaatkan Tool Properties.
    Setiap tool punya pengaturan tambahan di bagian atas layar.
    Misalnya, Brush bisa diatur ukuran dan kekerasannya, Magic Wand bisa diatur tingkat toleransi warnanya.


Kesimpulan

Setelah saya mempelajari dan menggunakan Adobe Photoshop CS3 selama bertahun-tahun, saya bisa mengatakan bahwa Toolbox adalah inti dari proses editing. Semua hasil desain profesional berawal dari pemahaman akan fungsi setiap alat di kotak ajaib ini.

Menurut saya, kunci untuk menguasai Toolbox bukanlah menghafal semua tool sekaligus, tetapi memahami kapan dan bagaimana setiap tool digunakan. Dengan latihan rutin, kita akan tahu kombinasi yang tepat antara seleksi, kuas, warna, dan efek untuk menciptakan karya yang menarik.

Jadi, kalau kamu baru mulai belajar Photoshop, jangan takut melihat banyaknya ikon di layar. Anggap saja Toolbox itu teman kerja yang siap membantumu menciptakan karya luar biasa — satu klik demi satu klik.

Sabtu, 18 Februari 2012

Salam Perkenalan

Halo teman - teman blogger....
Ini merupakan posting pertama saya.
Blog ini nantinya akan saya isi dengan pelajaran-pelajaran yang saya temukan di sekolah, kampus, dan tempat-tempat lainnya....
Selain itu mungkin akan saya isi dengan berita-berita terkini yang terjadi..
Salam kenal...Terima Kasih kawan.